Kuliah Lapang Energi Ramah Lingkungan

Dalam rangka implementasi mata kuliah Energi Ramah Lingkungan pada semester genap tahun akademik 2023/2024, Program Studi Teknik Lingkungan mengadakan kegiatan kunjungan lapang atau kuliah lapang pada Sabtu, 06 Juli 2024.
Menurut Agung Herdianto selaku dosen pengampu mata kuliah energi ramah lingkungan, “kuliah lapang ini merupakan salah satu bentuk implementasi ilmu pengetahuan yang tidak hanya sekedar teori di kampus, kuliah lapang ini bertujuan mengembangkan pemikiran dan kreatifitas mahasiswa melalui permasalahan objek yang ada”.
Fokus utama yang menjadi isue dalam kuliah lapang ini adalah aplikasi energi ramah lingkungan mikrohidro yang sudah mulai digunakan sejak tahun 1937 dan energi surya (solar cell) sejak tahun 2019 yang terdapat di Perkebunan Kalijompo.
Perkebunan Kalijompo ini merupakan anak perusahaan dari PT. Kalianda Concern yang merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang produksi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, terletak di Desa Klungkung Kabupaten Jember. Perusahaan ini berdiri sejak 1883 bermula saat tanah hutan yang pertama dikuasai Belanda, pemilik pertama adalah orang Belanda yang tergabung dalam Culturur Bank Maatschappij. Kemudian pada saat era kemerdekaan perusahaan tersebut berpindah tangan dan berganti nama menjadi PT. Kalianda Concern Afdeling Kalijompo.
PT. Kalianda Concern yang terletak di lereng pegunungan Argopuro, didominasi tanaman keras antara lain Karet, Kopi, Cengkeh serta didominasi vegetasi pegunungan yang lebat. Kawasan ini sejak awal berdiri tidak terjangkau aliran listrik dari perusahaan listrik negara PT. PLN. Sehingga dalam mendukung sistem produksi dan proses pengolahan industrinya perusahaan ini memanfaatkan topografi wilayah dengan aliran sungai yang cukup deras baik dimusim kemarau maupun musim penghujan.

Pembangkit listrik tenaga mikrohidro digunakan pada tahun 1937 yang pada awalnya hanya untuk operasional perusahaan di siang hari. Seiring dengan meningkatnya produksi dan berkembangnya masyarakat disekitar perusahaan, listrik yang awalnya untuk proses produksi perusahaan saat ini sudah dikembangkan untuk kawasan perumahan pegawai.

Selain itu adanya bantuan dari pemerintah dengan melakukan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya pada tahun 2019 dengan kapasitas 20Kv, sangat berkontribusi pada stabilitas pasokan listrik terutama pada saat siang dan malam hari.


Penerapan energi ramah lingkungan dikawasan ini menunjukkan kepemimpinan praktik bisnis dan mandiri energi yang berkelanjutan sehingga diharapkan dapat memberikan contoh positif bagi perusahaan lain. Selain itu penerapan energi ramah lingkungan diharapkan menciptakan lingkungan yang bersih dan sejahtera bagi masyarakat di Kabupaten Jember.