Botanist Life

Herbarium adalah koleksi tumbuhan yang diawetkan dalam bentuk kering atau basah. Bagian – bagian tumbuhan yang digunakan ialah: daun, bunga, batang dan akar. Tumbuhan yang dibuat sebagai specimen harus bebas dari penyakit, bukan bekas serangan hama serta tidak ada kerusakan fisik pada bagian tumbuhan.
Cara membuat herbarium kering
Metode pengeringan yang biasa dilakukan yaitu:
- Pengeringan langsung: specimen diletakkan pada kertas koran lalu mengepresnya menjadi bagian yang pipih, kering dan kandungan airnya menjadi hilang. Specimen kemudian dikemas pada media dengan menyertakan bagian – bagian morfologi dan identifikasi tumbuhan.
- Pengawetan bertahap: dilakukan dengan menggunakan tahapan sehingga diperoleh hasil yang lebih maksimal. Specimen yang akan diawetkan terlebih dahulu dicelup ke dalam air mendidih selama 3 menit, kemudian dimasukkan ke dalam lipatan kertas koran. Selanjutnya dipres dan dikeringkan dengan cara dijemur atau dengan menggunakan oven.
- Pengawetan bertingkat: dilakukan dengan menggunakan senyawa alkohol bertingkat untuk memperpanjang waktu penyimpanan. Specimen yang akan diawetkan dicelup pada alkohol bertingkat masing – masing 30%, 50 %, 75%, 90% dan 96 %. Hal ini untuk menghilangkan kandungan air pada specimen. Selanjutnya specimen diletakkan pada kertas koran dibiarkan kering dipres kemudian dijemur atau dengan memanfaatkan oven.

Specimen yang telah kering kemudian dipasang dalam lembar herbarium, disebut mounting. Mounting dilakukan dengan penempelan specimen menggunakan lem atau selotip.


Mounting herbarium adalah salah satu basic skill dalam mata kuliah morfologi tumbuhan. Pada perkembangannya teknik tersebut tidak hanya untuk keperluan scientist tapi bisa mengarah ke arts botanist sehingga mahasiswa memiliki keterampilan khusus yang bisa mengarah ke dunia wirausaha. Hal tersebut dapat dipelajari lebih lanjut di prodi Biologi FST Unipar Jember.